Minggu, 10 Maret 2013



Saat kau mendua
Seperti semu
Semuanya yg kau katakan dulu
Seperti tak berarti
Semua yg telah kau beri
Dimana kau yg dulu ?
Waktukah yg merubahmu
Atau memang kau telah jenuh
Sulit tukku percaya
Kau telah berubah
Seperti inikah lelaki yg ku kenal hatinya
Aku tak bisa memahami
Mudah kau berjanji semudah kau ingkari

Pergilah
Semua sudah percuma
Hanya menyisahkan luka
Cukupku tau kau yg sebenarnya
Mengertilah
Aku bukan boneka
Ini bukan permainan
Pergilah saja
Jika kau belum cukup dewasa untuk itu

Lega ku terlepas darimu
Bagiku, kau adalah penyesak dadaku
Seperti pisau yg menyayatku
hanya penambah beban dalam pundakku
terimakasih atas luka hati ini
semoga kau bahagia dengannya 


share irma des 2012
ismi rosdiana






 4 Desember 2012. Aku disidang disini tanpa pernah aku mngerti apa kesalahanku. Aku seorang anak yg baru lulus SMK dan baru pertama kali di dunia kerja, ditakuti dan ditunjukan seperti inilah kejamnya dunia kerja itu. Aku Shock dan sangat ketakutan waktu itu, dan tidak ada tangan yg bisa untuk ku pegangi. Seperti bernafas didalam air, peristiwa itu menyesakkan hela nafasku, menorehkan luka perih yg masih belum terobati dalam hati terdalamku bahkan sampai melumpuhkan hidupku. Sampai tak habis aku berfikir, wajah-wajah orang didepanku ini aslinya seperti apa ? teka-teki apa yg mereka buat untuk menyeretku dalam peristiwa ini.
Dan bodohnya aku ! aku tidak bisa membela diri. Aku hanya diam dan membiarkan orang-orang ini menginjak injakku.



Dimana Aku Disini ?
Sampai kapan aku bertahan untuk tetap berdiri di tempat ini
Sampai kapan aku bertahan untuk tetap duduk dikursi hitam ini
Sampai kapan aku bertahan untuk tetap bernafas di ruangan sesak ini
Aku ingin berhenti
Aku ingin menyerah
Ini telah melampaui batas ketakutanku

Tak pernah kunjung habis aku berfikir
Telah sejauh ini aku melangkah
Menjauhi dunia kebahagiaanku
Melangkah …
Menjauhi dunia kesempurnaanku
Menuju kehidupan fatamorgana
Yang mengikat pikiranku

Sampai kapan hitam putih ini membatasiku
Memenjarakanku di ruangan ketakutanku
Sampai kapan aku hidup dalam ketakutanku
Membatasiku dari senyuman dan kebahagiaanku

Aku terikat olehmu
Peraturan yang menekan otakku
Salah ku masuk dalam duniamu
Dunia yg gila dan jauh dari naluri manusia

Dengan cara apa aku harus terlepas darimu
Aku ingin membebaskanku
dari keterikatan peraturanmu
kau memenjaraku, menekanku, mengikatku, menyesakkan dadaku
bahkan kau menahan kepergianku