Sabtu, 30 April 2011

Kelam


Ketika aku merintih dunia menjauhiku
Nyaris menyerah oleh terjal yang kakukan kakiku
Ketika jantungku terbebani bintang tak memihakku
Ku terpaku layaknya bonrka yang tak bernyawa

Panas menerkamku
Membakar seluruhnya dari ragaku
Dingin menyerangku
Membekukan seluruh hea nafasku

 Aku seperti berdarah – darah
Tak karuan dan tak tentu arah
Aku terluka
Jutaan jarum menusuk qalbu
Hatiku hancur
Menjadi pertikel partikel yang berarti
Sesuatu sesakkan nafasku
Hingga menyulitkanku tuk bernafas
Seluruh medium medium raga ini patah
Seperti kayu kayu yang di hancurkan serangga
                                                                By. Ismi Rosdiana

1 komentar: